Bandar Bola: “Sejarah Dibangunnya Anfield Stadium Sebagai Rumah Dari Liverpool”

Secara resmi di bangun di tahun 1884, John Houlding adalah sepramh pelaku pemilik dari Anfield Stadium merentalkannya pada Everton untuk pertama kali. John Orrell yang saat itu menjadi owner klub Everton, sewa Anfield Stadium secara uang sewa senilai 100 pounds per tahun sewaktu itu di tahun 1884 hinga 1888. Namun pasalnya perkembangan pesat dari klub Everton, Houlding pun mencuri kesempatan bisnis dan menaikkan harga sewa jadi 250 pounds per tahun untuk klub ini. Dan di sekeliling stadion cuma boleh jual bir yang jadi produksi dari Houlding. Hotel kepunyaan Sandon pun dijadikan tuk ruang ganti pemain. Beberapa keputusan yang memiliki sifat monopolitik itu akhirny amembuat Houlding dibenci oleh setiap fans klub Everton. Berikut ini uraian dari situs bandar bola mengabarkan untuk anda:

Anfield Stadion 1892

Namun di sanalah kejayaan mulai terbit. Everton sudah menolak mentah penawaran dari Houlding untuk membeli Anfield yang bernilai 6000 pounds. Houlding menuntut biaya penyewaan senilai 180 pounds per tahun. Tawaran itu pun jelas ditolak. Konflik menjadi makin panas. Dan puncaknya yakni 12 Maret 1892. Perhelatan yang terjadi antara petinggi Everton ricuh, serta Houlding pun memilih mengerjakan walk out.

15 Maret 1892 Everton memutuskan keluar dari Anfield Dan membeli tanah untuk pembangunan stadion baru, yaitu Goodison Park. Lalu dengan Houlding? Ia sendirian disana yang hampa. Berselang tercipta ide yang meredefinisikan bermain bola yakni pembautan klub Liverpool FC. 15 Maret 1892, W. E. Barclay memberikan nama “Liverpool FC” teruntuk klub yang anyar dibentuk itu. Pada awalnya, Anfield sekedar mampu memuat 8000 suporter, hal tersebut pun belum difasilitasi penerangan yang mutakhir tuk suatu stadion. Pertandingan Liverpool di Anfield pertama kali cuma ditonton sekitar 200 orang. Namun seiring perkembangan keaihliab pemain di klub Liverpool, Anfield kini tidak mampu lagi memuat penontonnya. Tahun 1895, renovasi pertama dilakukan. Grandstand yang saat itu menampung 3000 tempat duduk, kemudian dibangun saat 1895, & 1903, Anfield Road kelar dibangun. Tahun 1906, pasca Liverpool tuk kedua kalinya memenangi turnamen Liga Championships, lalu muncullah bagian stadion yang dikenal Spion Kop. Tribun itu dinamakan “Spion Kop” mengingat didedikasikan tuk mengenang jurnalis Liverpool, Ernest Edwards yang gugur di Kop saat terjadi Perang Boer. Simak juga berita bola lainnya di https://agenbola.io/category/berita-bola/

Panggilan Kop lalu dikenal di kalangan sejumlah klub lain pun mengadopsinya. Tetapi tentu saja, Anfield adalah stadion pertama yang memamerkannya. Tahun 1928, The Kop mendapati perubahan besar-besaran. Atap dipasang Lalu kapasitas ditingkatkan sampai dengan 30 ribu. Tahun 1952, pencapaian supporter paling banyak di Anfield akhirnya meledak. 61.905 suppoerter tiba di Anfield guna melihat Redmen menghadapi Wolves. Pada 1957, lampu kabut dipasang, 6 tahun berselang, tribun Kemlyn Road direnovasi. Renovasi Kemplyn Road menuai biaya senilai 350 ribu pounds saat itu.

Anfield 1903

Pada tahun 1965, Anfield Road stand datang tuk diatapi. Tahun 1973, Main Stand didesain kembali, juga 9 tahun setelahnya, Anfield Road stand telah semuanya diberi kursi. Di tahun sama (1982), Shankly Gates didirikan. Kemlyn Road stand kemudian kembali direnovasi tuk dinamakan Centenary Stand tahun 1992, tuk memperingati 100 tahun dibentuknya Liverpool. Tahun 1994 ialah momen yang tragis tuk Kopites. The Kop musti dirobohkan tuk dibangun lagi menjadi all-seater. Mengapa? “Hillsborough 1989” dirasa cukup demi menjawab pertanyaan status tersebut. Tribun itu kini tak aman lagi. Tahun 1997, patung yang dibuat dari perunggu Bill Shankly dibangun. Paisley Gateway datang di tahun 1999. Anfield sebagaimana yang kita kenal saat ini sudah selesai direnovasi dalam beberapa tahap. Info prediksi bola juga ada disini https://agenbola.io/category/berita-bola/prediksi-skor-pertandingan-bola/

Info Bola: Momen Kekalahan Tragis Dunia Sepakbola

Dalam sebuah pertandingan sepkbola apa lagi pertandingan tingkat dunia pastinya akan memunculkan sejumlah momen yang yang sangat mengesankan seperti momen yang berhasil kami himpun ini:

  1. Brasil vs Uruguay (Piala Dunia 1950) Tim Brasil sebetulnya hanya memerlukan satu angka aja tuk keluar menjadi juara dunia. Menjelang pertandingan berlangsung, Semua rakyat Brasil dan pun para penonton yang memadati Stadion Maracana amat yakin, bahwa Tim nasional Brasil bakal memenangi gelar Piala Dunia 1950 dengan gampang. Tetapi harapan tak selamanya menjadi fakta. Midfielder Timnas Uruguay, Alcides Ghiggia telah mencetak gol menang tuk Uruguay, bersamaan menghantarkan negaranya menjadi juara piala Piala Dunia 1950. Bagi fans sepakbola di Brasil, ini tentu sebuah tragedi. Tragedi yang disebut dengan sebutan ‘Maracanazo’, kejadian yang takkan terlupakan bahkan sampai dengan saat ini. Dan dalam satu kesempatan, sang penghasil gol memberikan statment: “Hanya 3 orang yang dapat membuat isi dari Stadion Maracana terdiam secara satu gerakan aja, mereka ialah Paus, Frank Sinatra, lalu yang terakhir adalah saya…”.
  2. Brasil vs Prancis (Piala Dunia 1998) Timnas Brasil sebagai favorit uuk keluar jadi juara dunia. Hampir seluruh bintang Timnas Brasil lagi berada di puncak permainannya, tergolong Ronaldo. Brasil melawan tuan rumah Prancis di pertandingan final. Minim orang Timnas Prancis akan menjuarai turnamen itu, walaupun mereka bertindak menjadi tuan rumah. Tetapi semuanya berlangsung diluar dugaan. Entah pada kenyataannya sebuah kebetulan atau bukan, detik-detik jelang babak fina berlangsung, Ronaldo mendadak mengalami penyakit aneh yang sampai saat ini, 1 orang pun (tergolong Roberto Carlos yang bermalam satu kamar bersama Ronaldo) enggan menjelaskan masalah apa yang lagi terjadi. Dan imbasnya, Timnas Brasil main sangat jelek, tanpa ada organisir. Ronaldo pun cuma membuat melepaskan sebuah tembakan saja. Kebalikannya, Zinedine Zidane yang didalam sepanjang kariernya (saat itu) sama sekali tidak pernah mencetak gol lewat sundulan kepala. Tetapi di laga final itu, Zidane berhasil menjaringkan 2 gol lewat sundulan. Kemenangan Prancis kemudian ditutup pada gol Emanuelle Petit. Brasil kesudahannya harus mengakui kemenangan Prancis dengan agregat 0-3.
  3. Bayern Munich vs Manchester United (Liga Champions 1999) Dalam pertandingan final Liga Champions yang diselenggarakan di Barcelona itu, tanda-tanda sial Bayern Munich telah mulai terlihat semenjak awal-awal pertandingan berlangsung. Sepakan salto Mario Basler cuma mampu membentur tiang Peter Schmeichel. Schmeichel juga berulang kali sanggup menggagalkan kans emas Bayern Munich dengan penyelamatan brilian. Bayern Munich pula akhirnya sukses unggul lewat gol free kick dari Basler. Usai unggul, gaya bermain Bayern nampak terlihat tak tenang. Dan puncaknya saat waktu memasuki waktu injury time, Teddy Sheringham serta Ole Gunnar Solkjaer tuntas mencetak gol untuk kemenangan terpaut 1-2 MU atas Bayern Munich.
  4. Bayer Leverkusen vs Unterhaching (Bundesliga 2000) Unggul Tiga poin dari saingan utamanya, Bayern Munich, didalam perebutan titel Bundesliga musim periode 1999/2000, simpel Bayer Leverkusen cuma membutuhkan hasil seri semata tuk memastikan klub itu meraih gelar jawara Bundesliga musim ini. Sementara beban berat terdapat di pundak pihak Bayern Munich. Bayern harus memenangkan laga menghadapi Werder Bremen, yang pun bisa disebut sebagai klub tangguh, dan bermimpi Leverkusen takluk dari Unterhaching. Jelas bukanlah tugas yang berat untuk Bayer Leverkusen yang cuma membutuhkan 1 poin, lantaran lawan Bayer sekedar klub papan bawah, Unterhaching. Tetapi tak disangka, secara mengagetkan Bayer Leverkusen musti mengakui keunggulan Unterhaching 0-2, lalu pada saat yang serupa, Bayern Munich berhasil mempermalukan Bremen 3-1. Gelar jawara yang sudah di ujung tanduk pula harus direlakan Bayern Leverkusen pada Bayern Munich.